Bagaimana sih cara saya membagi waktu, tenaga, dan otak saya ke beberapa tugas yang harus saya lakukan terutama sebagai mahasiswa. Tugasnya apa aja sih? Saat ini yang masih banyak kesibukan yang saya alami ada 2 hal, yakni hal kuliah (akademik), dan organisasi (non akademik). Sekarang otw tahun kedua saya kuliah di Telkom University, jurusan Business Administration International Class.

Di kuliah banyak tugas yang bikin capek. Tapi nggak secapek teman saya anak teknik yang selalu cerita dia stress sama tugas dan lapraknya. Bahkan ada teman kelas saya, namanya Adam, dia mantan mahasiswa Teknik Komputer angkatan 2023. Dia pindah ke Bisnis di tahun 2024 karena katanya capek di Tekkom, “capek stress” ceunah (pake bahasa sunda) karena dia orang sunda wkwkwk.

Bahas kesibukan saya pribadi, selain mengikuti kelas kuliah pada umumnya, saya juga aktif di organisasi. Saya aktif mengikuti event sebagai panitia, volunteer, dan juga beberapa lomba sebenarnya. Tujuannya aktif kegiatan sebenernya cuman satu.

Di Telkom ada kebijakan namanya TAK dalam bentuk poin. TAK itu Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan, yang pada intinya kalian harus dapat poin TAK minimal 60 poin untuk syarat kelulusan S1 saya.

TAK ini bisa didapat dengan berbagai kegiatan yang menghasilkan sertifikat, baik itu seminar/webinar, lomba, atau workshop. Semakin susah kegiatannya semakin besar poinnya. Sebagai contoh seminar dapat 1–2 poin, tapi kalau lomba bisa dapet 5–6 poin.

Masalahnya, di tahun 2024–2025 ini, dapat TAK itu susah. Susahnya itu karena beberapa hal, pertama kebijakan dari kemahasiswaan dimana kegiatan tertentu dapet poinnya sedikit banget, yang kedua konversinya itu lama.

Jadi konversinya itu manual, bisa dari pihak panitia ke kemahasiswaan, bisa juga dari mahasiswa langsung via web konversi TAK Telkom. Dalam satu hari itu dibatasi pengajuannya, kadang saya mau konversi sudah habis kuotanya (hadeuh).

Bahkan sempat ada protes (di sosial media) untuk memperbaiki kebijakan TAK yang tidak memudahkan mahasiswa dengan tagar #KawalTAK 2024 silam. TAK ini yang jadi beban pikiran mahasiswa Telkom saat ini. Antara fokus kuliah, dan fokus kegiatan di luar gimana.

Alhamdulillah, akhir tahun 2025 ini ada perubahan kebijakan yang lumayan meringankan beban mahasiswa. Poin TAK diperbesar (begitu juga update TAK yang sudah dikonversi sebelumnya). Lalu tidak ada kuota konversi per hari-nya. Jadi sudah lebih baik dibanding sebelumnya.

Yang jadi masalah hanya waktu konversinya saja yang masih lama, mungkin karena masih manual dan staff kemahasiswaan juga repot harus konversi poin banyak orang. Mungkin saran saya, karena Telkom ini salah satu universitas yang “jago IT”, kenapa tidak membuat semacam program khusus untuk membantu konversi sertifikat jadi poin. Jadi secara otomatis, tidak perlu manual, dan ini bisa memudahkan staff begitu juga mahasiswanya.

Kembali lagi ke pembagian waktu, alhamdulillah selama 3 menuju 4 semester kuliah ini masih aman. Tidak ada hal yang berkaitan dengan kesehatan, ya walaupun kadang harus begadang karena deadline.

Alurnya pasti ada timeline yang hectic, dalam jangka waktu tertentu. Sebagai contoh, Agustus 2025–Oktober 2025, saya sibuk banget.

Agustus ada Visit Company ke Bank Indonesia sebagai panitia publikasi dan dokumentasi. September jadi panitia International Student Orientation 2025, sebagai public relation dan stage coordinator. Serta menjadi volunteer kitabisa di Pasteur.

Lalu Oktober paling gila, ada ASPIRE 2025 (ada pra event, dan main event di bulan yang sama), ada lomba juga. Lomba Digihack Telkom 2025, business plan dalam bidang IT. Tugasnya satu, tapi ribet, bikin inovasi aplikasi berbasis AI. Artikel tentang lomba saya ceritakan terpisah karena panjang ceritanya.

Setelah itu mulai ringan setelah lomba selesai. November 2025, hanya ada satu, yakni Visit Company ke Bursa Efek Indonesia di Jakarta.

Visit Company salah satu event yang asik selama di Telkom sih. Walaupun saya jadi panitia design, tapi saya nggak keberatan. Karena eventnya selain datang ke company besar, jalan-jalan juga.

Jalan kemana? Ke PIK 2 yang katanya “negara dalam negara” wkwkwk. Lihat pantai, beli jajanan, dan juga santai di kursi liat sunset. Memang sangat bagus ya, elite nya sangat terasa, harganya juga terasa wkwkwk.

Desember 2025 saya sudah selesai tugas organisasi. Tinggal fokus ke satu hal terakhir yang sangat crusial. Yakni UAS. Sebenarnya tidak ada sebutan UAS ataupun UTS di perkuliahan saya. Adanya hanya asesmen dalam bentuk project, itu juga perkelompok. Jadi tugasnya dikerjakan secara berkelompok, dan tiap matkul kelompoknya berbeda-beda. Jadi itu yang jadi beban tapi tidak begitu beban. Tugasnya masih tergolong mudah dikerjakan. Tinggal berdoa saja supaya dosennya tidak pelit nilai, karena pengalaman ada dosen yang sangat pelit nilai.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest episodes