Mari kita undur waktu menuju tahun 2025, tepatnya pada akhir bulan Agustus. 26 Agustus 2025, adalah Visit Company vol. 7 (Biasa disebut Viscom). Visit Company vol. 07 memiliki destinasi utama Bank Indonesia di Thamrin Jakarta, dan jalan-jalan ke Old Shanghai Sedayu City di Jakarta Timur.
Viscom sendiri adalah salah satu event dari HIMA Administrasi Bisnis Telkom University. Sesuai namanya, acaranya akan visit salah satu company dengan tujuan studi. Tapi kalau visit dan studi doang kayaknya boring. Maka dari itu, tradisi setelah visit kita akan jalan-jalan ke tempat yang lagi viral biasanya.
Kebetulan di Visit Company vol. 07 saya jadi panitia, di bagian PDD. Atau pubdok kalau orang-orang biasa sebut. Sebenarnya nama asli divisinya VIBE (Visual, Information, Branding, dan Engagement).
Kerjaan di divisinya nggak jauh-jauh dari kata “design”, “edit”, dan “revisi”.
Saya yang ngerjain design poster, frame story, dan hal-hal yang berurusan sama Instagram feedsnya. Tim saya kebetulan ada 5 orang, saya dan ketua divisi berdua jadi graphic designer, sementara 3 lainnya menjadi tim konten kreator.
Kalau masalah pekerjaan di VIBE nggak susah-susah banget. Paling susah pas re-design logo Viscom aja. Untuk ide dan pengerjaan poster dan sebagainya sangat aman. Ide-ide dibantu dari ketua divisi, dan pengerjaan dikerjakan sebagian besar oleh saya.
Singkat cerita tibalah hari dimana Visit Company vol. 07 itu. Yang bikin saya geleng-geleng kepala, panitia harus kumpul di kampus sekitar jam 3 subuh. Posisi saya di Bandung sendiri, dan kalau saya tidur kemungkinan besar nggak bangun jam segitu. Akhirnya saya putusin nggak tidur dari malemnya, full main dan ngobrol bareng temen di Discord karena ada yang temenin begadang.

Tiba di Telkom sekitar pukul 4, briefing panitia dan peserta secara singkat setelahnya langsung berangkat ke Jakarta. Sempat mampir dulu jam 5 di rest area KM 100-an di Padalarang untuk Solat Subuh.
Selama di jalan kerjaan saya satu, yaitu tidur :D. Saya tidur dari jam setengah 6 pagi, dan bangun sekitar jam 8 pagi. Posisi terjebak macet di daerah Kuningan Barat. Dan saya sempat liat berita kalau sehari sebelumnya (25 Agustus) itu ada demo di Jakarta. Hanya saja saat itu masih belum terlalu was-was.

Sekitar pukul 9 pagi, tibalah di Bank Indonesia. Setelah 1 jam terjebak di tengah macetnya ibukota. Dua jam penuh berisi pematerian dari pihak Bank Sentral Indonesia. Di sana kita dipaparkan peran Bank Indonesia sebagai bank sentral, dan apa saja projek yang sedang mereka jalani. Salah satunya ekspansi QRIS menuju luar negeri.

Acaranya berjalan lancar, fun, materinya juga sangat daging terutama buat saya mahasiswa bisnis. Overall dapet insight baru dari Bank Indonesia.
Setelah itu kita “geser” ke Old Shanghai Sedayu City. Ini yang menjadi tradisi Viscom, yaitu sebelum pulang ke kampus (Bandung), kita jalan-jalan dulu. Karena namanya panjang kita sebut saja tempat ini Chinatown.
Di sana kita sampai terlalu siang, sekitar jam 2. Panas, gerah, dan masih sepi tempat itu. Mungkin kalau datang lebih sore vibesnya sudah berbeda. Di sana kita hanya bersantai, sambil jajan dan nongkrong ngobrol bareng teman satu prodi. Oh iya yang jadi panitia dan peserta hanya dari satu prodi saja, bukan untuk umum.
Setelah 3 jam kita nyantai, pukul 5 kita langsung pulang ke Bandung. Pulang lebih awal dari yang di jadwal seharusnya pukul 6 sore. Saya stok makanan dan minuman untuk bekal kalau sekiranya macet di jalan. Ada beberapa yang dibelikan sama ketua divisi saya, ada juga yang beli sendiri (terima kasih mbak ketua :p).

Setibanya di Bandung sekitar pukul 8 malam. Pulang ke rumah dengan badan yang setengah remuk. Langsung beres-beres mandi dan Isya, setelah itu langsung lompat ke kasur.
Esoknya mungkin mendapat kabar yang baik dan buruk. Buruknya di Jakarta ada demo besar, dan jalan yang didemo orang adalah jalan yang sama saya lewati pada saat pindah dari Thamrin ke Chinatown. Yakni daerah Senen, tepatnya Brimob Kwitang. Baiknya, Viscomnya berjalan dengan lancar. Jikalau demonya pecah di tanggal saya Viscom, ada kemungkinan batal. Tapi lebih mending batal sih daripada maksa hehe.
Lagi-lagi hal yang unexpected, banyak yang unexpected dan kadang balik lagi dengan yang namanya “hoki”.





Leave a Reply